Perkenalan awal kami...
Kami teringat masa-masa diawal pertama kali kami menginjakan kaki di lahan tersebut, semak belukar dan rawa-rawa kosong mengisi kesunyian area Studio Alam Depok. Pagi itu Maret ditahun 2012 sekitar jam 9, kami mendatangi lahan sekolah untuk menemui petugas penerima pendaftaran. Sesampainya di depan Studio Alam TVRI kami dibuat bingung, dimana sekolahnya? apa betul di area ini ada sekolah? tak ada tanda-tanda keberadaan sebuah sekolah pun tak ada orang disana. Kami hubungi kontak yang diberikan, beberapa menit kemudian datang sebuah mobil dengan seorang ibu berjilbab lengkap sambil membawa X-banner Sekolah Alam Indonesia. Ternyata itulah petugas pendaftaran yang dijanjikan. Akhirnya kami melakukan pendaftaran, saat itu kami diinformasikan bahwa biaya pendaftaran untuk KB sebesar 7,5 juta dan untuk SD 1 sebesar 8,5 juta sedangkan untuk biaya SPP bulanan KB sebesar 350 ribu dan SD 1 sebesar 400 ribu namun kami sebelumnya harus menjalani proses wawancara orang tua siswa dan sit in bagi anak kami. Kami juga diberi penjelasan mengenai rencana keberadaan SAI cabang Studio Alam, alhamdulillah terjawab sudah keraguan kami, ternyata memang benar SAI membuka cabang di Studio Alam Depok dan alhamdulillah lagi ternyata proses pendaftarannya mudah dan cepat karena kuotanya masih belum penuh terisi.
Kekuatan kami saat itu untuk menyekolahkan anak kami di SAI Studio Alam hanya satu, yaitu kepercayaan kami atas konsep pendidikan bermutu yang ditawarkan SAI. Anak kami yang pertama saat itu telah dikelas 2 SAI Ciganjur, dan kami bertekad anak kami berikutnya juga harus kami sekolahkan di SAI. Sayang, kuota lah yang memisahkan anak kami sehingga tidak bisa semuanya bersekolah di SAI Ciganjur.
Konsep belajar SAI
Sekolah alam banyak ditafsirkan oleh para orang tua sebagai sekolah yang ditujukan untuk anak yang aktif, hiperaktif, dan malah untuk anak berkebutuhan khusus. Sebenarnya itu merupakan pandangan yang kurang tepat menurut kami sebagai orang tua siswa sekolah alam. Sekolah alam sebenarnya mirip seperti sekolah umum lainnya hanya saja jika dibandingkan dengan sekolah negeri maka akan sangat berbeda 180 derajat dalam metode pendekatan pembelajarannya. Memang benar, kadangkala dalam satu kelas akan ada anak dengan kebutuhan khusus -autis misalnya. Namun anak tersebut pasti akan didampingi oleh guru pendamping khusus selain dua orang guru kelas reguler; pria dan wanita. Suasana kelas akan terlihat sangat cair dengan guru yang seolah-olah mewakili ayah dan bunda di setiap kelas. SAI lebih mengedepankan eksplorasi alam sebagai fasilitas dalam pembelajarannya. Bersyukur sekali kami di SAI Studio Alam memiliki beberapa fasilitas alam yang luar biasa seperti kolam ikan, sampan, area play ground, hingga sungai kecil yang mengalir menuju danau Studio Alam TVRI. Dan terlebih lagi kami 'memiliki' lahan belakang yang sangat luas; yaitu Studio Alam TVRI sebagai area eksplorasi anak-anak kami yang tak kunjung habis. Area belajar anak-anak kami adalah saung-saung kelas hingga ke area terbuka tersebut dengan berpakaian bebas dan sepatu boots dengan aurat yang tertutup lengkap. Sehingga jika diingat-ingat ternyata cara belajarnya mirip dengan kelas ibu Muslimah dalam film laskar pelangi ditahun 2008.
Walaupun SAI Studio Alam tidak secara khusus memberikan label sebagai sekolah Islam, namun kami sangat bersyukur ternyata aktifitas belajarnya sangat mengedepankan pendidikan Islam sebagai pondasi pribadi bagi anak-anak kami. Aktifitas belajar anak-anak kami dimulai dengan 'buka kelas' yang berisi doa belajar kemudian hapalan Al Quran yang mulai diajarkan sejak kelas Kelompok Bermain. Namun yang terasa kurang -dibandingkan dengan SAI Ciganjur adalah SAI Studio Alam belum memiliki guru khusus untuk tahsin Al Quran yang saat ini masih ditangani oleh guru kelasnya masing-masing. Saat Dzuhur pun anak-anak akan sholat bersama dengan guru kelas dan diakhiri dengan 'tutup kelas'. Dan yang lebih membuat kami merasa tenang adalah semua pendidikan keislaman diajarkan bukan hanya sekedar teori, contoh perilaku dan aktifitas sehari-hari dikelas kami rasa mengikuti pendekatan keislaman -demikian yang kami pahami. Kami pun sebagai orang tua merasa 'dikontrol' oleh anak-anak kami agar senantiasa berprilaku islami. Terkadang ketika kami lalai tidak memperhatikan label halal misalnya ketika membeli makanan, kami dingatkan oleh anak kami yang paling kecil; kelas KB katanya "Kok tidak ada label halalnya yah?" sambil mencari logo halal di kemasannya. Alhamdulillah konsep halal sudah tertanam dalam anak-anak kami. Anak perempuan kami yang kelas SD 1 malah sudah sangat tertib dalam menjalankan sholat 5 waktunya, dan di awal waktu pula. Padahal kami belum secara tegas memintanya untuk sholat tertib 5 waktu. Semoga hal tersebut dapat menjadi amal jariyah bagi para pendidiknya.
Kami sadar, anak-anak kami bukan sekedar sebagai tabung yang kosong kemudian diisi secara membabi buta dengan pengetahuan berbagai macam sehingga kami khawatir akan menjadi penuh sesak terisi tak terkendali. Kami memahami berfikir secara logis lebih berguna bagi mereka dalam menghadapi kehidupannya kelak dibanding hal tersebut.
Kami juga memiliki aktifitas Market Day yang merupakan kegiatan rutin setiap semester, dan sudah 2 kali kami bergabung di SAI Ciganjur dalam kegiatan tersebut dan yang paling akhir kami laksanakan di tanggal 27 Maret 2013 lalu. Konsep Market Day mengajarkan jiwa enterpreneurship kepada anak-anak, ada yang bertugas sebagai kasir, pelayan, dan juga ada yang bertugas sebagai marketing-nya. Peran orang tua sejatinya adalah sebagai karyawan pembuat makanan dan perancang dekorasi toko dengan guru sebagai pengawas tokonya. Ya kami semua sedang belajar menjadi pedagang dan pembeli yang jujur, mungkin kesempatan Market Day yang lalu lebih tepatnya adalah proses pembelajaran bagi kami para orang tua Studio Alam. Kalau mau jujur terhadap diri sendiri, sebenarnya kami lah yang tengah belajar. Hmmm...memang kami tengah belajar menjadi pedagang jujur dan bekerjasama dalam komunitas. Tapi...insya Allah Market Day yang akan datang kami lebih siap karena tekad kami untuk membuat acara tersebut lebih baik lagi dan dilaksanakan di lapangan SAI Studio Alam Depok.
Satu lagi agenda tahunan khas SAI adalah OTFA (Out Trekking Fun Adventure). Insya Allah akan dilaksanakan dibulan Mei 2013 ini. Bagi kelas KB, TK A,dan TK B mereka akan melakukan camping selama setengah hari di area Studio Alam tanpa didampingi oleh orang tuanya. Sedang bagi SD 1 dan seterusnya akan menginap di luar kota biasanya area pegunungan juga tanpa didampingi oleh orang tua siswa. Para siswa akan melakukan camping di area terbuka selama satu sampai dua malam. Tujuannya adalah kemandirian anak dan empati dalam menolong kesulitan orang lain. Awalnya kami khawatir terhadap kemampuan anak kami dalam mengikuti acara tersebut, namun ternyata sebelum sampai ke acara tersebut anak-anak sudah dikondisikan terlebih dahulu oleh para guru untuk menghadapi medan sesungguhnya di OTFA tersebut. Mulai dari trekking ringan di sekitar sekolah sampai dengan diajarkan cara melipat sleeping bag-nya sendiri.
Demikian informasi yang bisa kami bagi mengenai SAI khususnya cabang Studio Alam Depok. Mimpi kami, sekolah kami dapat menjadi inspirasi dalam mendidik dan menumbuhkan pribadi berkarakter bagi anak-anak kami dan kemudian dapat menularkannya ke sekolah lain. Memang betul kami belum memiliki lahan sendiri atas sekolah kami, namun kami merasa hal tersebut merupakan konsekuensi karena kami yakin SAI tidak melakukan komersialisasi dalam pendidikan. Namun kami, komunitas SAI insya Allah akan selalu bersama mewujudkan mimpi besar bersama, Menjemput Sekolah Impian.
Semoga Allah bersama kita.
Wassalamualaikum wr wb
(Ay/Ed)
=======================================================================
Berikut beberapa foto yang diambil dari facebook SAI Studio Alam
Terima kasih kepada OTS dan Guru yang mengabadikan moment terbaik SAI Studio Alam
Konsep belajar SAI
Sekolah alam banyak ditafsirkan oleh para orang tua sebagai sekolah yang ditujukan untuk anak yang aktif, hiperaktif, dan malah untuk anak berkebutuhan khusus. Sebenarnya itu merupakan pandangan yang kurang tepat menurut kami sebagai orang tua siswa sekolah alam. Sekolah alam sebenarnya mirip seperti sekolah umum lainnya hanya saja jika dibandingkan dengan sekolah negeri maka akan sangat berbeda 180 derajat dalam metode pendekatan pembelajarannya. Memang benar, kadangkala dalam satu kelas akan ada anak dengan kebutuhan khusus -autis misalnya. Namun anak tersebut pasti akan didampingi oleh guru pendamping khusus selain dua orang guru kelas reguler; pria dan wanita. Suasana kelas akan terlihat sangat cair dengan guru yang seolah-olah mewakili ayah dan bunda di setiap kelas. SAI lebih mengedepankan eksplorasi alam sebagai fasilitas dalam pembelajarannya. Bersyukur sekali kami di SAI Studio Alam memiliki beberapa fasilitas alam yang luar biasa seperti kolam ikan, sampan, area play ground, hingga sungai kecil yang mengalir menuju danau Studio Alam TVRI. Dan terlebih lagi kami 'memiliki' lahan belakang yang sangat luas; yaitu Studio Alam TVRI sebagai area eksplorasi anak-anak kami yang tak kunjung habis. Area belajar anak-anak kami adalah saung-saung kelas hingga ke area terbuka tersebut dengan berpakaian bebas dan sepatu boots dengan aurat yang tertutup lengkap. Sehingga jika diingat-ingat ternyata cara belajarnya mirip dengan kelas ibu Muslimah dalam film laskar pelangi ditahun 2008.
Walaupun SAI Studio Alam tidak secara khusus memberikan label sebagai sekolah Islam, namun kami sangat bersyukur ternyata aktifitas belajarnya sangat mengedepankan pendidikan Islam sebagai pondasi pribadi bagi anak-anak kami. Aktifitas belajar anak-anak kami dimulai dengan 'buka kelas' yang berisi doa belajar kemudian hapalan Al Quran yang mulai diajarkan sejak kelas Kelompok Bermain. Namun yang terasa kurang -dibandingkan dengan SAI Ciganjur adalah SAI Studio Alam belum memiliki guru khusus untuk tahsin Al Quran yang saat ini masih ditangani oleh guru kelasnya masing-masing. Saat Dzuhur pun anak-anak akan sholat bersama dengan guru kelas dan diakhiri dengan 'tutup kelas'. Dan yang lebih membuat kami merasa tenang adalah semua pendidikan keislaman diajarkan bukan hanya sekedar teori, contoh perilaku dan aktifitas sehari-hari dikelas kami rasa mengikuti pendekatan keislaman -demikian yang kami pahami. Kami pun sebagai orang tua merasa 'dikontrol' oleh anak-anak kami agar senantiasa berprilaku islami. Terkadang ketika kami lalai tidak memperhatikan label halal misalnya ketika membeli makanan, kami dingatkan oleh anak kami yang paling kecil; kelas KB katanya "Kok tidak ada label halalnya yah?" sambil mencari logo halal di kemasannya. Alhamdulillah konsep halal sudah tertanam dalam anak-anak kami. Anak perempuan kami yang kelas SD 1 malah sudah sangat tertib dalam menjalankan sholat 5 waktunya, dan di awal waktu pula. Padahal kami belum secara tegas memintanya untuk sholat tertib 5 waktu. Semoga hal tersebut dapat menjadi amal jariyah bagi para pendidiknya.
Kami sadar, anak-anak kami bukan sekedar sebagai tabung yang kosong kemudian diisi secara membabi buta dengan pengetahuan berbagai macam sehingga kami khawatir akan menjadi penuh sesak terisi tak terkendali. Kami memahami berfikir secara logis lebih berguna bagi mereka dalam menghadapi kehidupannya kelak dibanding hal tersebut.
Kami juga memiliki aktifitas Market Day yang merupakan kegiatan rutin setiap semester, dan sudah 2 kali kami bergabung di SAI Ciganjur dalam kegiatan tersebut dan yang paling akhir kami laksanakan di tanggal 27 Maret 2013 lalu. Konsep Market Day mengajarkan jiwa enterpreneurship kepada anak-anak, ada yang bertugas sebagai kasir, pelayan, dan juga ada yang bertugas sebagai marketing-nya. Peran orang tua sejatinya adalah sebagai karyawan pembuat makanan dan perancang dekorasi toko dengan guru sebagai pengawas tokonya. Ya kami semua sedang belajar menjadi pedagang dan pembeli yang jujur, mungkin kesempatan Market Day yang lalu lebih tepatnya adalah proses pembelajaran bagi kami para orang tua Studio Alam. Kalau mau jujur terhadap diri sendiri, sebenarnya kami lah yang tengah belajar. Hmmm...memang kami tengah belajar menjadi pedagang jujur dan bekerjasama dalam komunitas. Tapi...insya Allah Market Day yang akan datang kami lebih siap karena tekad kami untuk membuat acara tersebut lebih baik lagi dan dilaksanakan di lapangan SAI Studio Alam Depok.
Satu lagi agenda tahunan khas SAI adalah OTFA (Out Trekking Fun Adventure). Insya Allah akan dilaksanakan dibulan Mei 2013 ini. Bagi kelas KB, TK A,dan TK B mereka akan melakukan camping selama setengah hari di area Studio Alam tanpa didampingi oleh orang tuanya. Sedang bagi SD 1 dan seterusnya akan menginap di luar kota biasanya area pegunungan juga tanpa didampingi oleh orang tua siswa. Para siswa akan melakukan camping di area terbuka selama satu sampai dua malam. Tujuannya adalah kemandirian anak dan empati dalam menolong kesulitan orang lain. Awalnya kami khawatir terhadap kemampuan anak kami dalam mengikuti acara tersebut, namun ternyata sebelum sampai ke acara tersebut anak-anak sudah dikondisikan terlebih dahulu oleh para guru untuk menghadapi medan sesungguhnya di OTFA tersebut. Mulai dari trekking ringan di sekitar sekolah sampai dengan diajarkan cara melipat sleeping bag-nya sendiri.
Demikian informasi yang bisa kami bagi mengenai SAI khususnya cabang Studio Alam Depok. Mimpi kami, sekolah kami dapat menjadi inspirasi dalam mendidik dan menumbuhkan pribadi berkarakter bagi anak-anak kami dan kemudian dapat menularkannya ke sekolah lain. Memang betul kami belum memiliki lahan sendiri atas sekolah kami, namun kami merasa hal tersebut merupakan konsekuensi karena kami yakin SAI tidak melakukan komersialisasi dalam pendidikan. Namun kami, komunitas SAI insya Allah akan selalu bersama mewujudkan mimpi besar bersama, Menjemput Sekolah Impian.
Semoga Allah bersama kita.
Wassalamualaikum wr wb
(Ay/Ed)
=======================================================================
Berikut beberapa foto yang diambil dari facebook SAI Studio Alam
Terima kasih kepada OTS dan Guru yang mengabadikan moment terbaik SAI Studio Alam
Saung kelas kami diawal pembangunan sekolah
Akhirnya, inilah SAI Studio Alam
Guru dan Siswa SAI Studio Alam dalam Market Day Maret 2013
Marketer SAI Studio Alam
Moment terbaik di SAI Studio Alam, danau dan sampan kesayangan





Dear AyBun yang ingin mengetahui informasi SAI pusat atau cabang Studio Alam silahkan googling di http://www.sekolahalamindonesia.org atau hubungi Ibu Aam (087781467280). Bisa juga langsung hubungi kantor SAI Studio Alam dinomor 021-77835721.
BalasHapusSlm kenal.....
BalasHapusUntk Adm, msh ad kah bangku kosong untk ank sy taun ajaran 2014/2015 untuk SD.......
mhn kiranya infonya ke 02195101805
trmksh
Assalamu'alaikum bunda,kl utk SMP nya ada ga ya?biayanya brp?sy sdh kunjungi web nya tp gada infonya...syukron...
BalasHapusAssalamu'alaikum bunda,kl utk SMP nya ada ga ya?biayanya brp?sy sdh kunjungi web nya tp gada infonya...syukron...
BalasHapusWaalaikumussalam Bun, alhamdulillah SAI sudah ada kelas SL/SMP malah sudah ada SMA nya. Untuk SL lokasinya ada di daerah Rawakopi. Anak saya baru saja masuk di SL-nya, uang yang kami bayarkan adalah sbb formulir 500 ribu, uang sit in 600 ribu, uang pangkal 12 juta, SPP 775 ribu. Demikian Bun. Semoga membantu. Salam
Hapusuntuk daerah cibinong, depok sudah ada belum SMPnya. tks
HapusUntuk SMP/SL saat ini berada di daerah Rawa Kopi. Namun insya Alloh dalam waktu dekat ini, SL akan pindah ke daerah Sawangan -Depok. Semoga cita-cita kami komunitas SAI dapat terwujud. Amiin.
HapusAssalamualaikum bunda...untuk penerimaan murid baru thn ajaran 2017-2018 dibuka kapan ya bund, utk SAI studio alam depok?mhn info ya bund...terimakasih..wassalam
BalasHapusWaalaikumusslam Bun,
BalasHapusSaya dapat kabar dari sekolah bahwa pendaftaran akan dibuka bulan Januari 2017 tapi mungkin lebih baiknya bisa tanya langsung ke sekolah saja.
Oya, saran kami aybun yang ingin menyekolahkan anaknya di SAI agar sebelumnya mempelajari terlebih dahulu konsep dan proses pendidikannya. Ajak pasangan nya (Ayah atau bundanya) untuk juga ikut mempelajarinya. Karena nanti seleksi terberatnya bukan di anaknya, tetapi orang tuanya.
Anak akan dilihat dari kesiapannya nya apakah sudah siap bersekolah, sedangkan yang berat adalah apakah orang tuanya sudah memahami dan bersedia mengikuti konsep pendidikan SAI? Demikian pendapat kami. salam
Assalamualaikum Bunda.. boleh share kah kurang lebih wawancaranya seperti apa.. terima kasih sebelumnya
BalasHapusWawancara biasanya dibagi menjadi 2 sampai 3 pos yaitu pos komunitas orang tua, pos perkembangan anak, dan pos sekolah. Pos komunitas akan bertanya seputar komunitas dan komitmen orang tua dalam mendukung KBM sekolah disisi komunitas, pos perkembangan anak akan membicarakan memebicarakan perkembangan anak di rumah, sedangkan pos sekolah, juga menanyakan tentang komitmen orang tua dalam mendukung KBM. kira-kira begitu sih, yang kami ingat. Oya sebagai update info, pendaftaran SAi Studio Alam dibuka tanggal 7 Januari 2017 sedangkan SAI Cipedak tanggal 25 Januari 2017. Silahkan lihat di http://sekolahalamindonesia.org
BalasHapusAssalamualaikum bunda..Bs minta informasi biaya masuk TK A dan SD di sekolah alam cidedak..Terimakasih banyak..
BalasHapusTadi saya baru saya mendaftar untuk kelas SD tapi di tolak karna anak saya lahir di tgl 12 august 2011. Memang strict sekali ya peraturan mengenai umur ini? Mohon penjelasannya
BalasHapusKalau untuk SD biaya SPP nya brp dan biaya masuk nya brp ? Trimakasih
BalasHapus