Saya langsung tertarik ketika membaca informasi dari media internet bahwa telah dibuka Jungle Land di daerah Sentul sebagai tempat pameran robot-robot! Wah rekreasi yang menjanjikan hiburan dan edukasi nih bagi anak-anak, pikir kami. Apalagi jika teringat minat si cowok bontot kami yang kalau bermain lego seringnya membuat berbagai macam rupa bentuk robot.
Akhirnya pagi sekitar jam 9 pagi di Sabtu 11 Mei 2013 kami meluncur ke Jungle Land. Melewati tol Jagorawi yang masih bersahabat untuk dilalui, kami kemudian keluar di gerbang tol Sentul Selatan/ Sentul City dan terus masuk ke dalam area Sentul City. Dengan perjalanan sekitar 10 menit dari pintu keluar tol Sentul Selatan akhirnya kami sampai di Jungle Land.
Area Jungle Land cukup luas, pun jika dilihat dari luar pintu masuk. Pikir kami, dengan datang lebih pagi -kami tiba sekitar jam 10 kami akan mudah mendapatkan tempat parkir. Namun ternyata kami keliru, kami harus bersusah payah mendapatkan tempat parkir dan itupun jauh dari pintu masuk arena. Ternyata pengunjung sudah cukup banyak yang datang pagi hari.
Wahana yang pertama kami kunjungi adalah wahana science exhibition, area tersebut berisi berbagai macam robot dan beberapa area science yang lengkap dijaga oleh staff-nya. Para staff cukup ramah memberikan informasi ilmu pengetahuan dibalik alat permainan yang ditampilkan. Area tersebut mirip dengan dengan museum puspitek yang ada di TMII namun bedanya ada jajaran para robot yang siap menyapa anda. Namun kelengkapan alat dan permainannya lebih banyak di Puspitek TMII atau mungkin karena wahana Science center yang memang belum selesai dibangun seluruhnya. Jajaran para robot sepertinya kurang menarik minat anak kami. Para robot bergerak terbatas dan kurang mengejutkan, seingat saya, anak saya masih lebih tertarik melihat patung robot besar di Ah Poong -pasar apung di area Sentul City yang juga tak jauh dari Jungle Land jika dibandingkan dengan para robot di Jungle Land.
Akhirnya kami menikmati beberapa permainan yang ada di sana yaitu Balap mobil, naik komidi putar, Sepur letik, dan kalau tidak salah namanya Koleger. Permainan tersebut sebenarnya mirip juga dengan yang di Dufan Jakarta. Kami tidak bisa menikmati semua wahana yang tersedia, panas yang cukup terik -karena pepohonan yang masih sedikit dan area makan yang kurang nyaman membuat kami harus segera meninggalkan area Jungle Land. Dan sebelumnya juga kami agak kecewa dengan kondisi musholla yang sangat kecil jika dibandingkan dengan luas area Jungleland, belum lagi air untuk wudhu dan toilet musholla yang sangat terbatas membuat area sosial tersebut sangat kurang nyaman bagi kami dan para pengunjung yang ingin melakukan sholat.
Sebenarnya kami melihat ada yang cukup unik dan menarik di Jungle land tersebut, waktu itu setiap satu jam sekali akan ada seperti flash mob yang dipusatkan di depan rumah kuntilanak. Perwakilan pegawai Jungle Land mulai dari satpam, tukang sapu, sampai dengan penjaga arena akan menari dengan diiringi lagu Jungle Land, rasa hal tersebut cukup menghibur kami dari kepenatan antrian arena bermain yang sangat panjang dan terik panas matahari yang menyengat.
Kami masih berharap areana Jungle Land akan terus berbenah, menjadi salah satu arena bermain yang menghibur sekaligus berkualitas bagi para penduduk Jakarta dan sekitarnya yang membutuhkan tempat bercengkrama dan berkumpulnya keluarga melepas kesibukan seminggu dalam bekerja. Semoga.
(Ay/trav)
Akhirnya pagi sekitar jam 9 pagi di Sabtu 11 Mei 2013 kami meluncur ke Jungle Land. Melewati tol Jagorawi yang masih bersahabat untuk dilalui, kami kemudian keluar di gerbang tol Sentul Selatan/ Sentul City dan terus masuk ke dalam area Sentul City. Dengan perjalanan sekitar 10 menit dari pintu keluar tol Sentul Selatan akhirnya kami sampai di Jungle Land.
Area Jungle Land cukup luas, pun jika dilihat dari luar pintu masuk. Pikir kami, dengan datang lebih pagi -kami tiba sekitar jam 10 kami akan mudah mendapatkan tempat parkir. Namun ternyata kami keliru, kami harus bersusah payah mendapatkan tempat parkir dan itupun jauh dari pintu masuk arena. Ternyata pengunjung sudah cukup banyak yang datang pagi hari.
Wahana yang pertama kami kunjungi adalah wahana science exhibition, area tersebut berisi berbagai macam robot dan beberapa area science yang lengkap dijaga oleh staff-nya. Para staff cukup ramah memberikan informasi ilmu pengetahuan dibalik alat permainan yang ditampilkan. Area tersebut mirip dengan dengan museum puspitek yang ada di TMII namun bedanya ada jajaran para robot yang siap menyapa anda. Namun kelengkapan alat dan permainannya lebih banyak di Puspitek TMII atau mungkin karena wahana Science center yang memang belum selesai dibangun seluruhnya. Jajaran para robot sepertinya kurang menarik minat anak kami. Para robot bergerak terbatas dan kurang mengejutkan, seingat saya, anak saya masih lebih tertarik melihat patung robot besar di Ah Poong -pasar apung di area Sentul City yang juga tak jauh dari Jungle Land jika dibandingkan dengan para robot di Jungle Land.
Akhirnya kami menikmati beberapa permainan yang ada di sana yaitu Balap mobil, naik komidi putar, Sepur letik, dan kalau tidak salah namanya Koleger. Permainan tersebut sebenarnya mirip juga dengan yang di Dufan Jakarta. Kami tidak bisa menikmati semua wahana yang tersedia, panas yang cukup terik -karena pepohonan yang masih sedikit dan area makan yang kurang nyaman membuat kami harus segera meninggalkan area Jungle Land. Dan sebelumnya juga kami agak kecewa dengan kondisi musholla yang sangat kecil jika dibandingkan dengan luas area Jungleland, belum lagi air untuk wudhu dan toilet musholla yang sangat terbatas membuat area sosial tersebut sangat kurang nyaman bagi kami dan para pengunjung yang ingin melakukan sholat.
Sebenarnya kami melihat ada yang cukup unik dan menarik di Jungle land tersebut, waktu itu setiap satu jam sekali akan ada seperti flash mob yang dipusatkan di depan rumah kuntilanak. Perwakilan pegawai Jungle Land mulai dari satpam, tukang sapu, sampai dengan penjaga arena akan menari dengan diiringi lagu Jungle Land, rasa hal tersebut cukup menghibur kami dari kepenatan antrian arena bermain yang sangat panjang dan terik panas matahari yang menyengat.
Kami masih berharap areana Jungle Land akan terus berbenah, menjadi salah satu arena bermain yang menghibur sekaligus berkualitas bagi para penduduk Jakarta dan sekitarnya yang membutuhkan tempat bercengkrama dan berkumpulnya keluarga melepas kesibukan seminggu dalam bekerja. Semoga.
(Ay/trav)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar