Hari ini ada yang mengejutkan saya ketika sedang asyik duduk-duduk menonton televisi di rumah, sekelompok anak-anak sekitar 5-6 anak mengucapkan salam dengan ramah dengan pakaian dan wajah mereka bersih-bersih. Saya hampiri mereka dan bertanya maksud kedatangan mereka. Setelah berbicara beberapa waktu akhirnya diketahui ternyata mereka adalah kelompok anak-anak SL kelas 7 dan 8 dari sekolah swasta terkenal di Depok. Mereka sedang melakukan survey katanya, mengenai sekolah unggulan. Hmm...saya jadi tertarik untuk membicarakan sekolah unggulan jadinya.Sebenarnya apa ya definisi sekolah unggulan itu? beberapa orang mendifinisikan sekolah unggulan sebagai sekolah yang siswanya adalah kumpulan siswa yang memiliki nilai akedemik tinggi sehingga sekolah tersebut harus menyeleksi para calon siswanya melalui persyaratan nilai prestasi akademik yang tinggi, konsekuensinya siswa dengan nilai akademik dibawah standar tidak diterima di sekolah tersebut. Ada lagi yang mendifinisikan sekolah unggulan sebagai sekolah yang memiliki fasilitas luar biasa canggih dan mewah, namun akhirnya semua fasilitas tersebut harus dibayar oleh orang tua siswa dengan uang pangkal sekolah yang tinggi dan SPP yang tinggi pula.
Kira-kira apa ya definisi sekolah unggulan menurut anda? mungkin sebagian dari anda setuju dengan definisi sekolah unggulan seperti diatas. Namun benar tidak ya sekolah unggulan dengan definisi tersebut mampu mencetak anak-anak kita sesuai keinginan kita? Oke, sekarang sebaiknya kita mulai dengan mancari jawaban atas apa yang kita harapkan dari anak-anak kita. Coba pejamkan mata lalu tanyakan hati nurani terdalam apa harapan kita atas anak kita. Mungkin jawabannya akan sangat bervariatif namun kalau saya pribadi adalah "kita ingin anak kita menjadi anak-anak yang mampu berfikir kritis logis dengan tingkat keilmuan tinggi namun tetap memiliki kemandirian diri dengan dilandasi akhlak mulia".
Kalau menurut salah satu pemerhati pendidikan anak; Prof. Arief Rachman, ada 10 ciri sekolah unggulan yaitu:
1. Kepemimpinan sekolah yang profesional
2. Semua warga sekolah memahami dan melaksanakan visi misi sekolah
3. Suasana pembelajaran yang menyenangkan
4. Kegiatan pembelajaran sangat beragam
5. Guru memiliki perencanaan pembelajaran
6. Semua program yang positif mendapat penguatan dari sekolah,orang tua,dan siswanya
7. Sekolah melakukan monitoring dan evaluasi terprogram untuk perbaikan sekolah
8. Hak dan kewajiban siswa dipahami dan dilaksanakan dengan baik di sekolah
9. Kemitraan antara sekolah dan orang tua siswa
10. Munculnya kreativitas dalam organisasi sekolah untuk pengembangan pendidikan.
Wuiiih banyak sekali syaratnya yah!?? terlalu abstrak gak sih?
Saya setuju dengan konsep suasana pembelajaran yang menyenangkan dan peran serta orang tua dalam penguatan pendidikan sekolah, karena yang kita titipkan di sekolah adalah anak kita bukan anak guru apalagi anak tetangga hehehe. Tugas mendidik anak sejatinya memang tanggung jawab orang tua dengan dibantu oleh para guru ahli agar keilmuannya terasah dengan tajam.
Saya melihat banyak sekolah dengan label unggulan sepertinya kurang cocok dengan keinginan saya. Kami tidak ingin anak kami hanya mampu menyelesaikan soal dikertas ujian dengan cara instant, proses merupakan hal terpenting sehingga mereka mengetahui konsep secara utuh soal dikertas ujian ataupun soal sesungguhnya dikehidupan nyata. Ada sekolah unggulan -dikarenakan dituntut menghasilkan anak yang pintar akademis dan tertulis dihasil ujian- yang hanya mengajarkan penyelesaian soal secara instan. Dan konsep tersebut juga diterapkan oleh bimbel-bembel terkenal demi mengejar mampu menyelesaikan soal dengan cepat. Fokus dihasil akhir namun tidak diajarkan konsepnya secara utuh.
Fenomena tersebut membuat saya menjadi khawatir, manusia Indonesia secara perlahan dipersiapkan untuk menyelesaikan masalah secara instan dan jalan pintas. Manusia Indonesia dibuat untuk tidak mengetahui persoalan secara utuh, semua ingin jalan pintas. Mungkin korupsi menjadi salah satu jalan pintas yang ditempuh, mungkin ' sikut menyikut' antar karyawan di perusahaan juga salah satu cara jalan pintas yang secara tidak langsung di'ajarkan' sekolah.
Sepertinya konsep sekolah unggulan yang ada dan berkembang di dunia pendidikan kita saat ini harus direvisi. Kami, anda, dan orang tua yang sependapat dan peduli dengan pendidikan anak-anak kita sebaiknya mulai mendefinisikan ulang mengenai sekolah unggulan. Jangan jadikan sekolah unggulan sebagai salah satu komersialisasi pendidikan yang akhirnya memang sebenarnya bertujuan menguntungkan pribadi ataupun yayasan, biaya SPP dan uang pangkal yang tinggi namun ternyata tidak tepat sasaran dalam mencetak pribadi manusia yang unggul keilmuan secara konsep dan holistic.
Namun pertanyaan selanjutnya, apakah konsep tersebut membutuhkan guru yang handal? pasti iya, namun apakah kemudian akan berbanding lurus dengan tingginya biaya yang harus orang tua keluarkan? Saya rasa hal tersebut relatif, tidak semua dihitung dengan uang. Disanalah komitmen dan peran serta orang tua siswa salah satunya dibutuhkan. Mungkin, jika orang tua siswa adalah seorang dokter maka guru yang ingin berobat ke orang tua mendapat keringanan ataupun dibebaskan biaya dokternya. Apakah kita ingin hitung-hitungan terhadap guru yang mendidik anak-anak kita? Andai semua orang memiliki prinsip "Manusia yang memudahkan persoalan manusia di dunia insya Allah akan dimudahkan persoalannya di akhirat kelak" maka makin indahlah dunia ini. amin ya robbal alamin.
Wassalamualaikum wr wb
(Ay/edu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar