Serial motivasi yang sering kita baca dalam buku-buku terkenal atau tayangan motivasi dalam televisi jika kita perhatikan dengan teliti sebenarnya semua akan kita temukan dalam Islam; yakni tepatnya di Al Quran dan Hadist Nabi. Dan kenapa motivasi kita harus berdasarkan 2 panduan tersebut? pertama, karena kita adalah makhluk Alloh dan harus tunduk atas perintah-Nya dan kedua, insya Alloh karena panduan tersebut datangnya dari Alloh dan contoh tauladan Nabi Muhammad SAW maka pastinya akan nyar'i bagi manusia yaitu nyaman dan sesuai syari.
Sesuai dengan 2 panduan tersebut, kemudian dalam perjalanan waktu diaktualisasikan oleh para pengikutnya kaum muslimin melalui contoh keteladanan dan serial kepahlawanan yang telah tercatat di dalam sejarah peradaban dunia -namun terkadang peristiwa tersebut dikaburkan ataupun malah ditutupi oleh media yang tidak menyukai Islam.
Salah satu cerita motivasi yang spektakuler menurut saya adalah peristiwa penaklukan Spanyol oleh Panglima Islam, Thariq bin Ziyad ditahun 711 M seperti saya kutip dari sebuah buku sebagai berikut...
Ombak besar bergulung seirama dengan hembusan angin laut menyergap secara bergantian di semenanjung pantai tenggara Spanyol. Deburnya terdengar begitu keras saat menghantam karang-karang terjal dan mencipratkan buih ke udara. Tak terdengar suara lain,kecuali suara alam pantai itu selama bertahun-tahun. Tapi tidak disuatu hari ditahun 711 M. Kesunyian itu pecah oleh berderaknya serombongan armada tempur yang telah melintasi 13 mil laut untuk menyebrangi selat Andalusia. Armada berkekuatan 7.000 prajurit itu merapat. Sebuah komando menyulut, semangatpun keluar dari sang Panglima.
"Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, kemanakah kalian akan lari? Demi Alloh, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian telah terlantar daripada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa ada perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian!"
Tanpa keraguan sedikitpun, panglima itu memerintahkan pasukannya untuk membakar kapal-kapal yang telah membawa mereka. Banyak orang mungkin bertanya. Bukankah kapal itu merupakan aset? bukankah aset perang seharusnya dijaga? Tidak! itulah prinsip sang panglima. Secara zahir memang kapal-kapal itu habis terbakar namun hakikatnya perintah ini juga telah membakar habis pilihan menjadi pecundang dan pengecut serta menyisakan dua pilihan yang keduanya mulia. Menangkan pertempuran atau mati syahid. Disinilah terbentuk kesamaan visi dan misi antara pemimpin dan bawahan dalam membangun tim yang kompak dan padu, Langkah ini telah membuahkan kemenangan. Sebuah kemenangan yang mengantarkan umat Islam memasuki babak baru, dakwah di bumi Andalusia.
Panglima itu adalah Thariq bin Ziyad,seorang pahlawan muslim pembebas Andalusia yang namanya diabadikan untuk menyebut bukit karang setinggi 450 meter di semenanjung pantai tenggara Spanyol. Jabal Thariq, begitulah orang Arab menamai bukit itu. Lidah Eropa menyebutnya Gibraltar.
Kemenangan yang diraihnya termasuk historical moment. Betapa tidak 7.000 prajurit muslim harus berhadapan dengan jumlah personil musuh yang jauh lebih besar, 25.000 prajurit Visigoth dibawah perintah Raja Roderick. Sebuah kekuatan perang yang tak berimbang, mengingatkan kita pada fenomena perang Badar dimana pasukan musuh berjumlah lebih dari 3 kali lipat pasukan muslim.
Sejarah mencatat, mereka berhasil menundukan Spanyol dan terus bergerak maju sampai ke perbatasan Perancis di Tours. Inilah jalur masuk Islam di Eropa Barat.
Begitulah salah satu peristiwa bagaimana sorang pemimpin menciptakan motivasi bagi bawahannya dan bagi dirinya sendiri tentunya. Kita harus membakar "kapal" agar termotivasi dan bangkit dengan menghilangkan pilihan mundur untuk kembali nyaman dengan tenggelam dalam kondisi sindrom trapped in a comfort zone.
Temukanlah motivasi mu dengan membakar "kapal" yang merupakan aset kecil kita untuk menemukan pencapaian yang lebih besar. Silahkan copy semangat motivasi yang telah dicontohkan oleh panglima Thariq, seperti yang juga dilakukan oleh Hernando Cortez -seorang panglima dari negeri yang ditaklukan Thariq bin Ziyad meniru cara panglima Islam itu dalam membangkitkan motivasi pasukan dengan membakar kapal untuk menaklukan pasukan Aztec sembilan ratus tahun setelah peristiwa Panglima Thariq. Mungkin takdir anda jauh lebih hebat dari apa yang telah anda capai hari ini. Teruslah berusaha dan biarlah Alloh yang menentukan selanjutnya.
Wassalamualaikum wr wb.
(ay/mt)
Sesuai dengan 2 panduan tersebut, kemudian dalam perjalanan waktu diaktualisasikan oleh para pengikutnya kaum muslimin melalui contoh keteladanan dan serial kepahlawanan yang telah tercatat di dalam sejarah peradaban dunia -namun terkadang peristiwa tersebut dikaburkan ataupun malah ditutupi oleh media yang tidak menyukai Islam.
Salah satu cerita motivasi yang spektakuler menurut saya adalah peristiwa penaklukan Spanyol oleh Panglima Islam, Thariq bin Ziyad ditahun 711 M seperti saya kutip dari sebuah buku sebagai berikut...
Ombak besar bergulung seirama dengan hembusan angin laut menyergap secara bergantian di semenanjung pantai tenggara Spanyol. Deburnya terdengar begitu keras saat menghantam karang-karang terjal dan mencipratkan buih ke udara. Tak terdengar suara lain,kecuali suara alam pantai itu selama bertahun-tahun. Tapi tidak disuatu hari ditahun 711 M. Kesunyian itu pecah oleh berderaknya serombongan armada tempur yang telah melintasi 13 mil laut untuk menyebrangi selat Andalusia. Armada berkekuatan 7.000 prajurit itu merapat. Sebuah komando menyulut, semangatpun keluar dari sang Panglima.
"Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, kemanakah kalian akan lari? Demi Alloh, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian telah terlantar daripada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa ada perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian!"
Tanpa keraguan sedikitpun, panglima itu memerintahkan pasukannya untuk membakar kapal-kapal yang telah membawa mereka. Banyak orang mungkin bertanya. Bukankah kapal itu merupakan aset? bukankah aset perang seharusnya dijaga? Tidak! itulah prinsip sang panglima. Secara zahir memang kapal-kapal itu habis terbakar namun hakikatnya perintah ini juga telah membakar habis pilihan menjadi pecundang dan pengecut serta menyisakan dua pilihan yang keduanya mulia. Menangkan pertempuran atau mati syahid. Disinilah terbentuk kesamaan visi dan misi antara pemimpin dan bawahan dalam membangun tim yang kompak dan padu, Langkah ini telah membuahkan kemenangan. Sebuah kemenangan yang mengantarkan umat Islam memasuki babak baru, dakwah di bumi Andalusia.
Panglima itu adalah Thariq bin Ziyad,seorang pahlawan muslim pembebas Andalusia yang namanya diabadikan untuk menyebut bukit karang setinggi 450 meter di semenanjung pantai tenggara Spanyol. Jabal Thariq, begitulah orang Arab menamai bukit itu. Lidah Eropa menyebutnya Gibraltar.
Kemenangan yang diraihnya termasuk historical moment. Betapa tidak 7.000 prajurit muslim harus berhadapan dengan jumlah personil musuh yang jauh lebih besar, 25.000 prajurit Visigoth dibawah perintah Raja Roderick. Sebuah kekuatan perang yang tak berimbang, mengingatkan kita pada fenomena perang Badar dimana pasukan musuh berjumlah lebih dari 3 kali lipat pasukan muslim.
Sejarah mencatat, mereka berhasil menundukan Spanyol dan terus bergerak maju sampai ke perbatasan Perancis di Tours. Inilah jalur masuk Islam di Eropa Barat.
Begitulah salah satu peristiwa bagaimana sorang pemimpin menciptakan motivasi bagi bawahannya dan bagi dirinya sendiri tentunya. Kita harus membakar "kapal" agar termotivasi dan bangkit dengan menghilangkan pilihan mundur untuk kembali nyaman dengan tenggelam dalam kondisi sindrom trapped in a comfort zone.
Temukanlah motivasi mu dengan membakar "kapal" yang merupakan aset kecil kita untuk menemukan pencapaian yang lebih besar. Silahkan copy semangat motivasi yang telah dicontohkan oleh panglima Thariq, seperti yang juga dilakukan oleh Hernando Cortez -seorang panglima dari negeri yang ditaklukan Thariq bin Ziyad meniru cara panglima Islam itu dalam membangkitkan motivasi pasukan dengan membakar kapal untuk menaklukan pasukan Aztec sembilan ratus tahun setelah peristiwa Panglima Thariq. Mungkin takdir anda jauh lebih hebat dari apa yang telah anda capai hari ini. Teruslah berusaha dan biarlah Alloh yang menentukan selanjutnya.
Wassalamualaikum wr wb.
(ay/mt)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar