Kesempatan kali ini kami mencoba berbagi informasi tentang alternatif sekolah terbaik di sekitar Depok, yaitu Sekolah Alam Indonesia.
Perkenalan pertama kami dengan sekolah alam terjadi sekitar 4 tahun lalu, ketika kami mulai mencari sekolah dasar untuk anak pertama kami. Sebagai pendatang baru di kota Depok yang minim informasi akan sekolah-sekolah dengan kriteria "baik" (menurut sudut pandang kami, tentunya), kami harus memiiki tenaga ekstra untuk "membedah" setiap sekolah di sekitar Depok mulai dari googling, tanya orang sekitar rumah, sampai langsung mendatangi calon sekolah tujuan. Basic kriteria kami dalam mencari sekolah hanya ada 4 pada saat itu.
Pertama, mohon maaf sebelumnya kepada Bapak Mendikbud - Kami tidak memilih Sekolah Dasar Negri untuk saat itu. Bukan karena kami tidak nasionalis (hehehe) tapi lebih berdasarkan atas pengalaman dan pemahaman kami bahwa sekolah dasar negeri (sepertinya) baru mengedepankan kecerdasan kognitif dengan metode pembelajaran satu arah yaitu ceramah dari guru, sehingga menurut kami, anak menjadi pintar hanya karena menghapal materi yang diberikan guru dan bukan atas logika berpikir anak.
Kedua, kami mencari sekolah dengan konsep mengedepankan pendidikan pribadi dan akhlak anak. Kami percaya, akhlak merupakan pondasi manusia untuk selamat di dunia dan akhirat kelak. Dan semoga anak kami bisa menjadi penolong kami untuk mendapatkan surga-Nya kelak.amin ya robbal alamin.
Ketiga, kami mencari sekolah yang tidak menuntut anak kami harus bisa calistung, apalagi pintar bahasa Inggris di awal pendidikan mereka. Walaupun alhamdulillah sejak di prasekolah anak kami sudah mulai bisa membaca. Menurut kami, pendidikan adalah sebuah proses pemerolehan pengetahuan yang sejatinya baru diawali pada tingkatan sekolah dasar. Jika sekolah sudah mulai menuntut anak untuk pintar ini dan itu, artinya sang guru tidak ingin bersusah payah dalam mendidik siswanya.
Keempat, pastinya besaran dana pendidikan yang harus kami keluarkan untuk anak kami menjadi salah satu pertimbangan kami. Banyak sekolah (karena merasa punya nilai jual lebih, mungkin) menetapkan dana pendidikan yang sama sekali tidak logis.
Akhirnya kami dapatkan sekitar 2-3 sekolah (termasuk di antaranya Sekolah Alam Indonesia Ciganjur) yang menurut kami memiliki empat kriteria tersebut. Dua dari sekolah tersebut (selain SAI Ciganjur) sempat kami datangi. Namun sayangnya setelah kami berinteraksi langsung dengan staff sekolah tersebut, ternyata kami tidak menemukan apa yang menjadi harapan kami.
Tinggallah satu pilihan, yaitu Sekolah Alam Indonesia -saat itu hanya ada di Ciganjur- yang belum kami datangi. SAI Ciganjur hanya membuka pendaftaran untuk pengambilan formulir hanya satu hari. Itupun hanya berlangsung kurang lebih 3 jam-an saja yaitu dari jam 7.00~ 10.00. Informasi dari salah seorang tetangga kami yang juga kepala sekolah SAI adalah bahwa kami harus extra datang lebih awal untuk mendapatkan formulir tersebut, mengingat formulir pendaftaran yang tersedia untuk SDI saat itu hanya 14 (Dua kali lipat quota penerimaan calon siswa baru yang hanya tujuh orang), sementara peminat pasti membludak. Wow.... takjub juga kami mendengarnya.... Takjub karena tidak mengira bahwa SAI tidak memanfaatkan popularitasnya (saat itu saja, SAI sudah populer sekali loh di Depok!!) untuk menjual formulir pendaftaran sebanyak-banyaknya sesuai jumlah peminat yang datang. Awalnya sempat terpikir juga oleh kami untuk titip beli formulir lewat tetangga kami yang kepala sekolah SAI, tapi dengan halus permintaan kami ditolak, tentunya dengan alasan yang sangat logis menurut kami.
Akhirnya kami datang pada hari pendaftaran. Kami tiba di SAI sekitar jam 5.30. Pagi sekali yaaaa.... menurut kami masih pagi, tapiiii..... ternyata saat itu sudah terdapat antrian yang cukup panjang. Rupanya demi mendapatkan formulir sekolah yang diidamkan, banyak orang tua rela datang sebelum waktu shubuh tiba. Bahkan ada yang sudah menginap sejak sehari sebelumnya. Ueeedannn. sekolah macam apa ini? kenapa ada orang yang rela menginap hanya untuk mendapatkan 1 formulir? dan lebih tercengang lagi, ternyata ada seorang vokalis band terkenal yang rela menginap demi mendapatkan satu formulir saja. Dan tidak cukup hanya sampai di situ, vokalis tersebut justru didaulat oleh panitia penerimaan siswa baru untuk unjuk kebolehan di depan kami, para orang tua calon siswa baru SAI. Alhasil, jadilah sang vokalis mengamen dan menerima saweran dari kami. Uang yang terkumpul itu kemudian didonasikan untuk sekolah. Seru sekali. Di kemudian hari, usut punya usut ternyata salah satu anak vokalis tersebut sudah bersekolah di SAI, dan kedatangannya bersamaan dengan kami di hari pendaftaran adalah kali kedua baginya untuk ikut antri bersama calon orang tua siswa lainnya memperoleh formulir untuk anaknya yang lain. WOW.... keterkejutan kami berlanjut.... SAI ternyata tidak memberikan perlakuan berbeda bagi sang vokalis, Artis lohhhh. Two thumbs up untuk SAI....
Berdasarkan pengalaman saat pendaftaran tersebut kami mendapat hikmah dan informasi tambahan tentang SAI; amanah dan akhlak yang baik ditunjukan oleh staff dan guru Sekolah Alam Indonesia melalui tidak dijualnya formulir secara membabi buta demi mendapatkan keuntungan sekolah semata, peran serta dan cinta para ortu sekolah alam sangat tinggi terhadap sekolahnya. Pengalaman dan kecocokan konsep yang ada di sekolah alam Indonesia telah membuat saya makin bersemangat untuk memasukan anak kami di sekolah itu, dan alhamdulillah setelah proses yang panjang akhirnya anak pertama kami diterima di sekolah Alam Indonesia. Proses belajar mengajarnya menarik dan Insya Alloh anak diajarkan kemandirian yang luar biasa dengan akhlak yang baik sebagai pondasinya.
Dan saat ini 2 anak kami selanjutnya juga telah bersekolah di Sekolah Alam Indonesia cabang Studio Alam - Depok. Salah satu orang tua siswa sekolah telah memberikan komentar dalam sebuah buku bahwa SAI adalah sekolah yang membebaskan, di mana siswa menganggap sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar dan bertemu dengan guru dan temannya. Alhamdulillah.... We're really proud of being part of SAI. GO SAI...... GO SAI..... GO....
Foto-foto berikut memperlihatkan suasana SAI...
Demikian informasi yang dapat kami bagi untuk anda yang mencoba mencari salah satu alternatif sekolah terbaik di seputar Depok. Silahkan googling dan atau kunjungi langsung SAI untuk mendapatkan info lengkap.
Wassalamualaikum wr wb.
(Ay/edu)
Silahkan lihat link berikut:
http://www.sekolahalamindonesia.org/
Perkenalan pertama kami dengan sekolah alam terjadi sekitar 4 tahun lalu, ketika kami mulai mencari sekolah dasar untuk anak pertama kami. Sebagai pendatang baru di kota Depok yang minim informasi akan sekolah-sekolah dengan kriteria "baik" (menurut sudut pandang kami, tentunya), kami harus memiiki tenaga ekstra untuk "membedah" setiap sekolah di sekitar Depok mulai dari googling, tanya orang sekitar rumah, sampai langsung mendatangi calon sekolah tujuan. Basic kriteria kami dalam mencari sekolah hanya ada 4 pada saat itu.
Pertama, mohon maaf sebelumnya kepada Bapak Mendikbud - Kami tidak memilih Sekolah Dasar Negri untuk saat itu. Bukan karena kami tidak nasionalis (hehehe) tapi lebih berdasarkan atas pengalaman dan pemahaman kami bahwa sekolah dasar negeri (sepertinya) baru mengedepankan kecerdasan kognitif dengan metode pembelajaran satu arah yaitu ceramah dari guru, sehingga menurut kami, anak menjadi pintar hanya karena menghapal materi yang diberikan guru dan bukan atas logika berpikir anak.
Kedua, kami mencari sekolah dengan konsep mengedepankan pendidikan pribadi dan akhlak anak. Kami percaya, akhlak merupakan pondasi manusia untuk selamat di dunia dan akhirat kelak. Dan semoga anak kami bisa menjadi penolong kami untuk mendapatkan surga-Nya kelak.amin ya robbal alamin.
Ketiga, kami mencari sekolah yang tidak menuntut anak kami harus bisa calistung, apalagi pintar bahasa Inggris di awal pendidikan mereka. Walaupun alhamdulillah sejak di prasekolah anak kami sudah mulai bisa membaca. Menurut kami, pendidikan adalah sebuah proses pemerolehan pengetahuan yang sejatinya baru diawali pada tingkatan sekolah dasar. Jika sekolah sudah mulai menuntut anak untuk pintar ini dan itu, artinya sang guru tidak ingin bersusah payah dalam mendidik siswanya.
Keempat, pastinya besaran dana pendidikan yang harus kami keluarkan untuk anak kami menjadi salah satu pertimbangan kami. Banyak sekolah (karena merasa punya nilai jual lebih, mungkin) menetapkan dana pendidikan yang sama sekali tidak logis.
Akhirnya kami dapatkan sekitar 2-3 sekolah (termasuk di antaranya Sekolah Alam Indonesia Ciganjur) yang menurut kami memiliki empat kriteria tersebut. Dua dari sekolah tersebut (selain SAI Ciganjur) sempat kami datangi. Namun sayangnya setelah kami berinteraksi langsung dengan staff sekolah tersebut, ternyata kami tidak menemukan apa yang menjadi harapan kami.
Tinggallah satu pilihan, yaitu Sekolah Alam Indonesia -saat itu hanya ada di Ciganjur- yang belum kami datangi. SAI Ciganjur hanya membuka pendaftaran untuk pengambilan formulir hanya satu hari. Itupun hanya berlangsung kurang lebih 3 jam-an saja yaitu dari jam 7.00~ 10.00. Informasi dari salah seorang tetangga kami yang juga kepala sekolah SAI adalah bahwa kami harus extra datang lebih awal untuk mendapatkan formulir tersebut, mengingat formulir pendaftaran yang tersedia untuk SDI saat itu hanya 14 (Dua kali lipat quota penerimaan calon siswa baru yang hanya tujuh orang), sementara peminat pasti membludak. Wow.... takjub juga kami mendengarnya.... Takjub karena tidak mengira bahwa SAI tidak memanfaatkan popularitasnya (saat itu saja, SAI sudah populer sekali loh di Depok!!) untuk menjual formulir pendaftaran sebanyak-banyaknya sesuai jumlah peminat yang datang. Awalnya sempat terpikir juga oleh kami untuk titip beli formulir lewat tetangga kami yang kepala sekolah SAI, tapi dengan halus permintaan kami ditolak, tentunya dengan alasan yang sangat logis menurut kami.
Akhirnya kami datang pada hari pendaftaran. Kami tiba di SAI sekitar jam 5.30. Pagi sekali yaaaa.... menurut kami masih pagi, tapiiii..... ternyata saat itu sudah terdapat antrian yang cukup panjang. Rupanya demi mendapatkan formulir sekolah yang diidamkan, banyak orang tua rela datang sebelum waktu shubuh tiba. Bahkan ada yang sudah menginap sejak sehari sebelumnya. Ueeedannn. sekolah macam apa ini? kenapa ada orang yang rela menginap hanya untuk mendapatkan 1 formulir? dan lebih tercengang lagi, ternyata ada seorang vokalis band terkenal yang rela menginap demi mendapatkan satu formulir saja. Dan tidak cukup hanya sampai di situ, vokalis tersebut justru didaulat oleh panitia penerimaan siswa baru untuk unjuk kebolehan di depan kami, para orang tua calon siswa baru SAI. Alhasil, jadilah sang vokalis mengamen dan menerima saweran dari kami. Uang yang terkumpul itu kemudian didonasikan untuk sekolah. Seru sekali. Di kemudian hari, usut punya usut ternyata salah satu anak vokalis tersebut sudah bersekolah di SAI, dan kedatangannya bersamaan dengan kami di hari pendaftaran adalah kali kedua baginya untuk ikut antri bersama calon orang tua siswa lainnya memperoleh formulir untuk anaknya yang lain. WOW.... keterkejutan kami berlanjut.... SAI ternyata tidak memberikan perlakuan berbeda bagi sang vokalis, Artis lohhhh. Two thumbs up untuk SAI....
Berdasarkan pengalaman saat pendaftaran tersebut kami mendapat hikmah dan informasi tambahan tentang SAI; amanah dan akhlak yang baik ditunjukan oleh staff dan guru Sekolah Alam Indonesia melalui tidak dijualnya formulir secara membabi buta demi mendapatkan keuntungan sekolah semata, peran serta dan cinta para ortu sekolah alam sangat tinggi terhadap sekolahnya. Pengalaman dan kecocokan konsep yang ada di sekolah alam Indonesia telah membuat saya makin bersemangat untuk memasukan anak kami di sekolah itu, dan alhamdulillah setelah proses yang panjang akhirnya anak pertama kami diterima di sekolah Alam Indonesia. Proses belajar mengajarnya menarik dan Insya Alloh anak diajarkan kemandirian yang luar biasa dengan akhlak yang baik sebagai pondasinya.
Dan saat ini 2 anak kami selanjutnya juga telah bersekolah di Sekolah Alam Indonesia cabang Studio Alam - Depok. Salah satu orang tua siswa sekolah telah memberikan komentar dalam sebuah buku bahwa SAI adalah sekolah yang membebaskan, di mana siswa menganggap sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar dan bertemu dengan guru dan temannya. Alhamdulillah.... We're really proud of being part of SAI. GO SAI...... GO SAI..... GO....
Foto-foto berikut memperlihatkan suasana SAI...
![]() |
| Tampak Depan SAI Studio Alam Depok |
![]() |
| Lab SAI Studio Alam Depok, danau dan sampan! (foto diambil saat rekreasi keluarga. hehehe) |
Market Day gabungan di SAI Ciganjur (acara setiap semester)
Demikian informasi yang dapat kami bagi untuk anda yang mencoba mencari salah satu alternatif sekolah terbaik di seputar Depok. Silahkan googling dan atau kunjungi langsung SAI untuk mendapatkan info lengkap.
Wassalamualaikum wr wb.
(Ay/edu)
Silahkan lihat link berikut:
http://www.sekolahalamindonesia.org/





Assalamu'alaikum,
BalasHapusSaya tertarik ingin menyekolahkan anak saya di sekolah alam. Di kota saya (kendari, sultra) baru ada satu yg berdiri. Yang masih jd pertimbangan adalah ttg ijazah, apakah nantinya bila ingin meneruskan ke SMP/SMA umum akan ada hambatan?
Mohon infonya, terima kasih :)
Septi (ekaseptiana26@gmail.com)
Wa'alaikumussalam wr wb,
BalasHapusSebelumnya terima kasih atas kunjungannya Bu. Namun sebelumnya maaf, karena saya tidak mengetahui kondisi di sekolah alam lainnya maka saya menjawab berdasar pengalaman kami sebagai orang tua di Sekolah Alam Indonesia(SAI) saja ya Bu.
SAI memang mengacu kepada kurikulum nasional namun implementasi di kelas berbeda dari sekolah kebanyakan. Misalnya mengenai buku ajar yang digunakan tidak terpaku hanya pada 1 atau 2 buku ajar. SAI menggunakan berbagai sumber untuk belajar misalnya teks2 original dari koran, majalah, atau internet.
Terkait dengan UN siswa SAI pun menempuhnya di akhir kelas 6 dan alhamdulillah selama ini prestasi akademik siswa SAI selalu membanggakan. Dan karena ijazah yang dimiliki sama seperti ijazah yang dimiliki siswa lain maka mereka berhak bersekolah dimanapun yang mereka minati. Sebagai informasi tambahan, saat ini lulusan SAI Ciganjur sudah ada yang kuliah di UI malah ada juga yang kuliah di universitas Australia.
Yang membedakan sekolah di SAI dan sekolah negeri adalah proses belajar mengajar yang sangat menyenangkan dan membuat anak enggan beranjak pulang saat pelajaran telah usia.
Demikian infonya, semoga bermanfaat.
izin share bunda, saya suka tulisan ini, terima kasih :)
BalasHapusSilahkan Bu......mudah-mudahan bermanfaat.:)
HapusAssalammualaikum,
BalasHapussaya ingin menanyakan apakah SAI ini sudah ada untuk SMAnya?
Mohon infonya
Terima Kasih
Alhamdulillah SAI sudah ada tingkatan SMA-nya, lokasinya di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Hanya mohon maaf, kami tidak memiliki info cukup tentang SAI Bless (nama sekolah tersebut).
HapusSayangnya SAI jauh ya... Insha Allah si bungsu masuk SD thn ajaran 2017, semoga ada sekolah alam yang cocok di seputaran Bintaro untuk si bungsu....
BalasHapusAmiin...
BalasHapusSemoga menemukan sekolah yang diharapkan.
maaf tempat ini bisa untuk umum atau hanya muslim saja
BalasHapusSepengetahuan kami, Sekolah Alam Indonesia tidak mengklaim sebagai sekolah khusus bagi muslim. Tetapi memang sampai saat ini tidak pernah ada siswa non muslim di sekolah ini. Sebagai informasi, meskipun sekolah ini bukan sekolah Islam namun pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran menggunakan pendekatan Islam. Hal itu yang kami rasakan. Mungkin agar lebih jelasnya bisa ditanyakan langsung ke SAI.
BalasHapustulisan yang sangat menarik dan bermanfaat
BalasHapus